Temanggung – Dalam rangka memastikan pelaksanaan Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) berjalan efektif, tim Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) dan Badan Pengelola Kuliah Pengabdian Masyarakat (BPKPM) melakukan supervisi di Desa Tegowanuh, Kecamatan Kaloran, Kabupaten Temanggung, pada Selasa (23/1). Supervisi ini bertujuan untuk memantau progres program kerja mahasiswa sekaligus memberikan arahan guna mengoptimalkan hasil pengabdian mereka kepada masyarakat.
Apa yang Dilakukan dalam Supervisi Ini?
Kegiatan supervisi dimulai dengan peninjauan program kerja yang telah dilaksanakan oleh mahasiswa peserta KPM. Tim supervisi, yang terdiri dari DPL dan perwakilan BPKPM, mengadakan dialog langsung dengan mahasiswa untuk mengevaluasi pencapaian dan kendala yang mereka hadapi.
Dalam supervisi tersebut, mahasiswa menyampaikan kegiatan mereka, seperti pelatihan Microsoft office untuk perangkat desa, program edukasi tentang stop bullying, lalu pengembangan dan pelatihan website smart village serta program Utama membagikan mushaf Al-Qur'an dari Yayasan AL Fatihah . DPL memberikan masukan mengenai strategi pelaksanaan program agar lebih efektif dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat. “Kegiatan ini harus dilaksanakan sesuai dengan ketentuan dan juga diharapkan seluruh mahasiswa bisa lebih berbaur dengan masyarakat sekitar agar program kerja lebih lancar dan betah selama berada di desa Tegowanuh ini," ujar Bapak Nanang Agus Suyono, S.E., M.Si., salah satu DPL yang hadir.
Siapa yang Terlibat dalam Supervisi?
Supervisi ini melibatkan DPL, perwakilan BPKPM, dan mahasiswa peserta KPM. Dosen yang datang pada kegiatan supervisi yaitu Bapak Ahmad Hafizh, S.H.I., Bapak Nanang Agus Suyono, S.E., M.Si., dan Bapak Imam Ardiyanto.
Kapan dan Di Mana Supervisi Dilaksanakan?
Supervisi dilaksanakan pada Kamis, 23 Januari 2025, bertempat di Posko KPM Desa Tegowanuh yang terletak di Dusun Dalem, Desa Tegowanuh, Kecamatan Kaloran, Kabupaten Temanggung. Lokasi ini dipilih sebagai pusat koordinasi antara mahasiswa dan DPL sehingga semua pihak dapat berkontribusi dalam proses evaluasi dengan nyaman.
Mengapa Supervisi Ini Penting?
Kepala Biro Administrasi Umum, Keuangan, Perencanaan dan Aset, Ahmad Hafizh, S.H.I., menjelaskan bahwa supervisi ini adalah bagian integral dari KPM untuk memastikan kegiatan mahasiswa berjalan sesuai dengan tujuan program. **“Supervisi bukan hanya soal memantau, tetapi juga memberikan bimbingan agar mahasiswa bisa menjalankan pengabdian dengan lebih baik. Kami ingin memastikan bahwa setiap program yang dirancang membawa manfaat langsung bagi masyarakat,”** katanya.
Apa Hasil Supervisi Ini?
Supervisi menghasilkan beberapa rekomendasi penting untuk mahasiswa. Salah satunya adalah perlunya pendekatan yang lebih intensif kepada masyarakat agar tingkat partisipasi warga dalam kegiatan KPM meningkat. Beberapa program yang sudah berjalan dengan baik, seperti tadarus Al-Qur'an rutin tiap dusun dan edukasi tentang bullying juga mendapat apresiasi dari tim supervisi. Selain itu, kegiatan unggulan yang disampaikan mengenai pemanfaatan limbah genting lempung dan juga mengenai pakan fermentasi untuk ternak domba juga mendapat apresiasi dari pihak DPL yang hadir.
Salah satu mahasiswa KPM, Tegar (21), mengungkapkan bahwa supervisi ini memberikan mereka semangat baru untuk melanjutkan program kerja. **“Kami kelompok 48 Desa Tegowanuh merasa nyaman tinggal di desa ini karena lingkungannya mendukung dan ramah, sehingga kami nyaman tinggal disini”** ujarnya.
Bagaimana Supervisi Ini Dilaksanakan?
Supervisi dilakukan dengan metode dialog partisipatif, di mana mahasiswa, dan tim supervisi berdiskusi secara langsung mengenai capaian dan kendala yang ada. Selain itu, tim supervisi juga melakukan observasi langsung ke posko mahasiswa.
Kesimpulan
Supervisi DPL dan BPKPM di Desa Tegowanuh ini menjadi bukti nyata komitmen untuk meningkatkan kualitas pengabdian mahasiswa. Dengan sinergi antara mahasiswa, dosen, dan masyarakat, program KPM tidak hanya menjadi ajang pembelajaran bagi mahasiswa, tetapi juga memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan desa. Supervisi ini diharapkan dapat mendorong mahasiswa untuk terus mengembangkan kreativitas dan inovasi dalam melayani masyarakat.
Editor : Elsa Rosiana - Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) UNSIQ Wonosobo
Tuliskan Komentar anda dari account Facebook